Overthinking

Apa sih overthinking itu?

Pernah mengalami situasi di mana ada suatu kejadian kecil, lalu itu membuatmu pikiranmu jadi ruwet ke mana-mana, hingga pada akhirnya kamu merasa sangat capek, sedih, bahkan berujung stres?

Ya, kurang lebih itulah overthinking. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa berkunjung ke Depression, Anxiety and Overthinking atau bertanya ke ahlinya seperti psikolog atau psikiater.

Overthinking masih sering disepelekan oleh kebanyakan penderitanya. Padahal, yang satu itu, kalau tidak dikendalikan, bisa mengarah pada depresi sampai keinginan untuk bunuh diri, lho.

Saya adalah seorang “overthinker”.

Saya baru mengetahuinya sekitar tujuh bulan yang lalu.

Awalnya tentu saya tidak menyadarinya. Tahun silih berganti, dan saya semakin sering stress akan beberapa hal tertentu, yang cenderung berawal dari satu hal sepele sekali. Bersyukur karena saya orang yang cukup reflektif, kemudian saya bertanya dalam diri saya sendiri, “kenapa harusnya segitunya, sih? Apa iya itu normal?”

Karena saya tidak bisa menjawab sendiri, saya lalu curhat sekaligus konsul ke psikolog saya. Diawali dengan menceritakan kejadian paling pertama, apa yang saya pikirkan, sampai hingga akhirnya apa yang saya rasakan dan dampaknya kepada diri saya dan orang terdekat.

Dari situ saya jadi tahu. Oh, gue overthinking ternyata.

Kenyataan yang pahit, karena saya hampir selalu bilang ke teman-teman saya, “nggak usah overthinking lah,” eh, ternyata, saya sendiri yang overthinking.

Psikolog saya memberi beberapa alternatif cara untuh mencegah kondisi ini semakin buruk. Dia mengirimkan saya tautan ini nih, How to stop overthinking dan memberi beberapa saran, salah satunya untuk menciptakan ‘mantra’ supaya berhenti berpikir terlalu jauh dan melakukan sesuatu dengan tangan saya.

Ternyata sulit banget ya. Tapi perubahan memang memerlukan waktu, jadi sabarrrr…. tarik napas… coba lagi.

Nah, masalahnya, bagaimana saya tahu bahwa saya tidak sedang overthinking, melainkan memang memikirkan suatu perkara tertentu? Overthinking itu, dari pengalaman saya ya, tidak selalu ada hubungan langsung dengan perkara sebenarnya. Kebetulan, saya punya banyak pengalaman buruk di masa lalu yang membuat saya paling enggak suka kalau diabaikan, karena sepanjang masa kecil saya banyak mengalami pengabaian. Dan situasi yang bikin saya bad mood, merasa dicuekin, kayak gitu jadi memicu serangkaian pikiran negatif terkait masa lalu yang nggak nyaman itu. Dan pada akhirnya, bukan tidak mungkin itu malah akan menciptakan masalah baru yang tadinya enggak ada, jadi ada deh.. bagaikan sulap. haha. Jadi, biasanya saya tahu ya dari gimana masalah itu cepet mencapai solusi atau enggak. s

Suami saya bilang ke saya, “sejak kamu dikasih tau kalau kamu overthinking, kok kayaknya kamu malah makin ga jelas sih?”

Dia berkata seperti itu karena dia tidak sepenuhnya paham kayak apa sebenernya kerja otak saya. Jadi saya maklumi saja. Yang penting, nggak boleh nyerah sama keadaan. Yes, I am wired this way, I cannot control or plan how my mind create its own web of thoughts. But, I can always control what to think and decide to be positive.

Orang berubah tidak semudah membalikkan telapak tangan, kok

Jadi, kalau kamu memang ternyata overthinker, jangan malu untuk mengakuinya. At least, ke diri kamu sendiri. Dan, jangan takut bahwa kamu itu tidak normal. Tenang aja, punya sesuatu yang lebih bukan berarti tidak normal. Kita cuma punya tantangan unik dibandingkan orang lain aja.

Overthinking ada sisi positifnya kok. Saya ini kalau ada di dekat orang-orang positif, diajak kerja dengan cara positif, banyak ide kreatif bermunculan. dan, sangking kompleksnya pemikiran saya ini, ide-ide yang saya munculkan itu kerap cukup detail dan luas. Saya cocok banget buat handle project-project yang perlu memerhatikan detail dan multi-tasking.

So, surround yourself with positive people, even create such positive vibes for you. Ubah yang “buruk” jadi baik dengan mengubah sudut pandang.

Merasa ada banyak kemiripan? Jangan ragu untuk konsultasi dengan ahlinya ya. Tulisan saya ini semata sharing dari pengalaman saya pribadi. But I really encourage all of you to have healthy mind and happy life. 🙂

 

Advertisements

Author: Maria Ambarastuti

A wife, a worker, a dreamer. trying to live her life to the fullest and continue to search for ways to enrich life. drop me an email for further chats: m.ambarastuti@gmail.com

4 thoughts on “Overthinking”

  1. Rasanya gw juga overthinker. Kalo disuruh bikin laporan, risetnya lama banget, udah gitu gak dipake.
    Tapi kalo dipikir-pikir (secara gw suka mikir), overthinker itu pikirannya berantakan. Di dalam benak banyak benar yg dipikir tanpa tata letak atau tata urutan yg baik.
    Jadi saran ana kepada antum, belajar menata kekacauan di dalam benak, supaya bisa didapat hasil yang maksimal.
    Caranya, untuk awal, bisa dengan menuliskan semua “suara-suara batin” yang saling bertentangan, lalu ditata menjadi satu komposisi yang sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
    Demikian. Saran aneh dari kawan yang 3 dekade di depan. Semoga berguna.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s