Catatan Pingit #1

Para pembaca yang baik hati, saya akan memulai seri #CatatanPingit, yang bercerita tentang pengalaman saya menjadi relawan di Pingit, Jogja, untuk mengajar anak jalanan.

Sepanjang hidup saya boleh mengecap pendidikan baik formal maupun informal. Saya sadar betul pendidikan merupakan kunci bagi kesejahteraan seseorang. dalam berbagai ilmu yang boleh saya terima itu, saya juga banyak mendapat ilmu tentang menghadapi berbagai persoalan hidup yang seringkali tidak saya dapatkan di sekolah dan universitas, melainkan dari sekitar saya. Pingit merupakan sekolah informal saya.

Saya mulai mengajar di Pingit ketika saya masih awal kuliah sekitar tahun 2007-2008. Lupa pastinya. Dulu saya diajak seorang Frater untuk bergabung, karena beliau tahu sejak SMA di Jakarta saya suka melakukan kegiatan-kegiatan sosial. Menghadapi anak-anak jalanan perlu meramu sendiri rumusannya, karena mereka berbeda dengan anak pada umumnya.

Tidak ada teori yang dibagikan pada saya bagaimana menghadapi emosi mereka yang sungguh tak bisa ditebak–marah dengan teman hanya karena tak sengaja kesenggol saja bisa lempar-lemparan batu seperti anak remaja tawuran. Hanya bedanya ini masih anak-anak kecil bertubuh mungil dan berparas lugu. Cara mendisiplinkan mereka pun tidak bisa dengan cara reward-punishment, seperti kalau kita mengajari anak-anak atau adik-adik kecil kita di rumah.

Sejak itu, saya belajar tentang hidup lebih banyak lagi. Anak-anak itu dan keluarganya adalah guru saya. Alasan saya membuat serial ini adalah saya ingin berbagi. Syukur-syukur kalau ada yang ikut tergerak dan membantu menjadi relawan. Berbagi bukan menggurui, melainkan minta saran dan dukungan. Pekerjaan rumah saya banyak, dan saya tidak tahu apa-apa. Berbagi di sini juga bermaksud untuk menginspirasi dan memotivasi. Kadang kita pikir kita tahu banyak, tetapi setelah bertemu dan mengalami ini semua ternyata kita tidak tahu apa-apa.

Serial #CatatanPingit akan saya pos setiap selasa & jumat, sehari setelah kelas. Harapan saya hanya satu: semoga kelak semua anak di Indonesia melek huruf dan angka, dan berhasil mencapai pendidikan minimal SMA. Amin.

Advertisements

Author: Maria Ambarastuti

A wife, a worker, a dreamer. trying to live her life to the fullest and continue to search for ways to enrich life. drop me an email for further chats: m.ambarastuti@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s