Enam

Oktober. Musim hujan. Musim durian. Semua kesukaannya. Tapi ada yang lebih disukainya pada bulan ini, yaitu hari jadi ia dan pacarnya. Tanggal 20 ini memasuki usia pacaran yang keenam. Dia dan pacarnya tidak pernah merayakan secara khusus, pun tahun ini.

Satu tahun belakangan ini mereka tidak begitu bahagia. Ada perselingkuhan. Ada jarak. Ia telah memutuskan untuk memaafkan dan mencoba untuk bersama-sama memperbaiki hubungan mereka. Alasannya sederhana, ia masih merindukan sosok kekasihnya. Ia tidak memungkiri pedih yang dirasakan, tapi ia juga tidak bisa bohong pada dirinya sendiri bahwa dalam hati kecilnya ia masih sayang. Lantas, perempuan yang baru empat tahun memasuki usia kepala dua itu ingin merefleksikan kembali proses hubungan mereka.

Enam tahun. Ia penasaran apa itu artinya angka enam. Sebagai seorang Arian, ia selalu ingin menjadi yang terdepan. Ia tidak ingin hubungan ini hanya akan jadi sia-sia. Ia harus tahu. Ia harus pelajari segalanya. Kopi hitam pekat itu diseruputnya sambil ia membetulkan posisi duduknya, dan lalu jemarinya yang mungil mulai bermain testikus. Ia mengarahkan anak panah ke salah satu browser: Mozilla. Ia memasukkan kata kunci di mesin pencari: arti angka enam. Mesin pencari langsung memunculkan beragam hasil penemuannya:

“Angka enam merupakan angka favorit praktisi feng shui. Julukan angka enam adalah ‘6 keberuntungan dari surga’. Enam merupakan simbol kesuksesan. Simbol angka enam adalah legenda dengan planet Venus sebagai penggeraknya. dari situlah angka enam mewakilkan harmoni, keseimbangan, ketulusan, cinta, keberuntungan, dan kekayaan.”

Semua hasilnya menunjukkan hal-hal yang positif. Jadi ia mulai berpikir, “mungkin tepatlah keputusanku ini untuk memperbaiki hubungan karena sepertinya ini akan mengarah kepada sesuatu yang baik.”

 

Ia tutup mesin pencari itu dan menatap ke luar jendela. Pandangannya jauh ke depan. Lantunan lagu band Dream Theatre berjudul Beneath The Surface sayup terdengar. Sesungguhnya ia tidak pernah percaya shio, ramalan, atau apapun yang sifatnya nujum. Namun jarak yang tidak nyaman ini membuatnya jadi melakukan banyak hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Atau mungkin lebih tepatnya hal-hal menuju keputus-asaan. Contohnya saja sewaktu ia bekerja di tambang, para pria pekerja tambang banyak sekali yang merayunya. Mulai dari stok lokal hingga internasional. Dari yang luar biasa tampan hingga yang jauh dari tampan. Ia tahu pria-pria itu hanyalah manusia dengan tungkai dijepit dua bola di antara kedua pahanya yang menganggap perempuan sebagai objek. Kedua bola yang menjepit itu lalu akan mengalirkan darah sehingga tungkai menjadi tegak setiap kali melihat perempuan cantik lewat. Mereka tak ada yang istimewa baginya. Sesekali terbersit di kepalanya untuk selingkuh. Sesekali ia membalas rayuan mereka. Seringkali ia ingat perjalanan Jogja-Bali dengan mengendarai vespa bersama pacarnya. Namun lebih sering ia merasa kosong. Hingga kini, beberapa dari predator perempuan itu masih suka menghubunginya. Sesekali ia tanggapi, seringkali ia abaikan. Keputus-asaan membuatnya kehilangan stabilitas.

Tapi lalu ia ingat, enam tahun juga rentang usianya dengan pacarnya. Ah, lagi-lagi angka itu muncul. Ia kembali merenungkan peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi selama enam tahun belakangan. Ia senyum-senyum sendiri sambil menggelengkan kepala dan memangku dahi pada kedua telapak tangannya. Tidak ada hal yang bisa ditebak dalam hidup. Semua serba tidak pasti. Kalau ia runut lagi ke belakang, ia sama sekali tidak menyangka pria itu akan selingkuh. Ia pria yang sopan, pintar, tahu menghargai perempuan, dan tidak pernah menuntut untuk diladeni. Dari sekian banyak pria yang pernah dikencaninya, si pria inilah yang bisa menerima dia apa adanya dan mendukung segala mimpinya tanpa syarat. Tsk, orang pintar sekalipun terselip. Pria sesopan apapun hanya manusia dan bisa terbawa napsu. Tapi lalu apa yang sebetulnya memicu pria itu selingkuh? Seseorang yang berpendidikan tinggi dan emosi stabil tidak akan main mengambil keputusan yang sembrono. Pasti ada sesuatu. Ia menyentakkan kepalanya. Lalu tersadar, pria itu sudah cukup lama menjaga jarak sebelum selingkuh. Ya, sejak pria itu ke negeri kangguru. Hampir dua tahun sebelum perselingkuhan itu.

Domba, lambang kaum Arian, adalah makhluk yang berhati baik tapi keras kepala. Ia juga polos dan tidak mudah melupakan. Gadis berambut ikal itu ingat betul bagaimana si Aquarian mengejar dirinya dulu. Menginginkannya sepenuh hati. Tidak pernah jaga imej, selalu jujur dan apa adanya. Ahh… betapa ia terlena pada nilai kejujuran itu. Ia menjadi buta akan fakta bahwa hidup selalu penuh kejutan. Meskipun pria itu tidak mau menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi, ia tau. Laki-laki itu mungkin pernah kehilangan daya tarik pada dirinya. Laki-laki itu tak lagi mengingininya seperti dulu. Bahkan cumbuannya berbeda. Ia sebetulnya sudah tahu ada yang berbeda, hanya masih menyangkal bahwa itu tidak benar. Lalu ia mendapati dirinya tersungkur, menangis pilu seiring senja datang. Pria itu telah membawa tawa dan tangis dalam hidupnya. Kali ini, tangis itu merupakan sayatan terdalam yang pernah ia alami.

Pengaruh planet Mars begitu besar terhadap perempuan kelahiran bulan April itu. Energi planet merah kembali membangkitkan semangat juangnya dan ia mulai berpikir apa yang harus ia lakukan. Ia tidak mungkin sendu melulu. Tidak mungkin patah arang sekalipun pilu. Ia sudah telanjur menerima sosok itu kembali dalam hidupnya. Arian tak pernah melanggar komitmen. Ia harus melanjutkan hubungan ini meski meninggalkan ruang hampa teramat dingin. Langkah terberat adalah bersikap sama. Pria itu bisa tahu kalau ia sedang mengalami gangguan pikiran. Ia harus berbohong beberapa kali saat mengucapkan kata sayang, karena dalam hatinya ia marah dan dendam. Untungnya ia telah kembali ke ibukota untuk bekerja sedangkan si pria tetap di Jogjakarta untuk meneruskan usahanya, sehingga perempuan itu memiliki banyak kesempatan untuk menghindar tanpa harus kontak fisik. Oh, keparat dengan ramalan dan feng shui. Enam itu bukan lambang harmoni, cinta, atau kesuksesan. Itu hanyalah angka tak bermakna. Ia pun marah pada dirinya sendiri telah sempat berharap bahwa hubungan ini akan membawa kepada sesuatu yang lebih baik.

Berminggu-minggu berlalu dan hatinya juga tak kunjung damai. Ia tahu, merongrong laki-laki itu untuk menceritakan semua hanya akan berakhir sia-sia. Ia tidak akan mendapat apa-apa. Jarak antara mereka memberinya keleluasaan waktu dan ruang untuk berpikir hingga akhirnya ia menemukan satu kunci penting dalam hidupnya.

Proyek kerjasama yang saat ini ia jalankan mengurus berbagai hal berkenaan dengan sosial-psikologi, terutama kasus-kasus pada pelanggar hukum. Banyak orang, yang merasa dirinya lebih baik, akan mencoba ‘mengubah’ pelanggar hukum supaya bertobat. Memang tujuan dari Lembaga Pemasyarakatan untuk mencapai itu, tetapi yang perlu orang sadari adalah pertobatan itu harus datang dari kemauan si pelanggar hukum itu sendiri. Di sinilah peran proyek itu. Para petugas lapas dilatih sedemikian rupa untuk tidak menggurui si pelanggar hukum, melainkan mendampingi mereka untuk menyadari letak kesalahan sehingga muncul kemauan dari dalam diri sendiri untuk bertobat.

Sebetulnya itu teori yang sudah lama ia ketahui. Ia lupa akan teori itu karena terbawa emosi. Dan kali ini ia betul-betul sadar akan pentingnya hal tersebut. Ia tidak bermaksud menyamakan pacarnya dengan pelanggar hukum, karena pacarnya tidak melanggar hukum apapun. Pacarnya ‘hanya‘ melanggar komitmen dan sebetulnya ada kebebasan padanya untuk memilih.

Manusia selalu diberikan pilihan dan oleh karena itu berhak menentukan pilihannya. Situasi dan kondisi sesaat sebelum pacarnya itu mengambil keputusan menjadi pengaruh yang cukup besar. Sehingga menjadi kurang tepat baginya jika ia benci pacarnya. Keputusan dan tindakan pacarnyalah yang harus dibenci. Faktor-faktor yang berkontribusi pada keputusannya itulah yang harus dipahami dan diatasi supaya tidak muncul lagi. Manusia masih akan terus membuat pilihan dan di situ ia berharap kelak pacarnya dapat mengambil pilihan yang berbeda. Kekasih hatinya sudah membuat pengakuan dan berjanji akan memperbaiki hubungan mereka yang retak. Memang sulit untuk memercayai kata-kata seseorang yang telah berbohong padamu, tapi di situ ada harapan. Di situ si perempuan juga diuji bagaimana menyikapi awal pertobatan si pria.

Si perempuan mulai berpikir ulang. Jika ia memutuskan untuk meninggalkan hubungan, berarti ia tidak mau berharap. Sedangkan selama ini perempuan idealis itu selalu menekankan bahwa dalam hidup tak boleh hilang harapan. Keputusan seperti itu juga akan menjadikan ia hakim atas hidup kekasihnya. Berarti ia menilai pria tersebut telah melakukan kejahatan, dan memutuskan bahwa pria yang sudah mengaku bersalah itu tak layak lagi dalam hidupnya. Padahal bagi pelanggar hukum yang mengaku bersalah sekalipun akan diberi keringanan hukuman oleh hakim. Sejak kecil ia belajar bahwa manusia pasti pernah salah, tetapi kita harus memaafkan tujuh puluh kali tujuh kali tujuh kali. Ia teringat kisah Santa Maria Magdalena, orang kudus yang dipilih orangtuanya menjadi pelindung hidupnya. Ketika semua orang hendak merajam Maria Magdalena yang kala itu adalah seorang pelacur, Yesus datang dan berkata “Barangsiapa merasa dirinya tidak pernah berbuat dosa, baiklah ia melempar batu pertama kali kepada wanita ini“. Kemudian Yesus berpesan pada wanita itu, “Pergilah dan bertobatlah.“ Sejak itu Maria Magdalena menjadi salah satu pengikut Yesus yang setia, bahkan yang pertama kali mengetahui Yesus bangkit.

Si perempuan sadar, ia pun pernah berdosa. Dan ia pernah diampuni. Banyak harapan pada dirinya dan itu juga salah satu yang membantunya bangkit. Kembali pada kasusnya dan kekasihnya. Sesungguhnya hatinya terluka dan ia mencari pelampiasan atas perih itu. Memang lebih mudah untuk menutup buku dan membuangnya. Namun itu tidak akan menyelesaikan persoalan. Ia bukan Yesus, tapi ia tahu manusia harus berusaha memilih yang terbaik. Ia putuskan bahwa ia tidak akan melempar batu pada pria itu. Ia melepaskan gengsi dan egonya. Ia akan mendampingi pria itu dan ingin terus berharap. Ternyata, sebagai gantinya, ia mendapat kasih dan damai. Ia tidak akan menjadi orang kudus, namun ia merasa jauh lebih baik.

Selama proses pemikirannya itu, ia telah beberapa kali merongrong laki-laki itu untuk bercerita mengapa pria itu tega melakukan hal jahat pada perempuan yang katanya ia sayangi. Ia telah memaksa kekasihnya mengorek koreng yang juga sedang dalam tahap penyembuhan. Dan setiap kali si perempuan bertanya tentang hal itu, korengnya tergesek sedikit. Secara tidak langsung si perempuan menyakiti pria itu.

Tapi perempuan itu tidak lagi ingin mengorek masa lalu. Kini ia tahu bahwa ia seharusnya fokus pada apa yang mereka jalani sekarang ini. Sebagaimana si pria juga hanya ingin fokus pada si perempuan. Ingin kembali membuat gadisnya bahagia. Pria jangkung itu berusaha menepati janji dan ia telah berubah.

Hubungan yang mereka rajut selama enam tahun terus berlanjut hingga tahun berikutnya. Selama setahun mereka berusaha kembali intim, kembali pada cinta yang dulu mereka rasakan. Ketika akhirnya hubungan itu menginjak usia ke-tujuh, si perempuan membuka buku jurnalnya. Secangkir kopi hitam dari Turki yang merupakan oleh-oleh dari sang kekasih menemaninya ke alam kenangan. Ia tergelak ketika halaman yang dibacanya sampai pada bagian kumpulan arti angka enam. Lalu ia terhenyak dan kembali merenung.

Aha! Dia menemukan arti angka enam itu ada benarnya. Enam yang dikendalikan oleh Venus memang merupakan lambang keharmonisan, keseimbangan, dan cinta. Tentu semuanya tidak serta merta datang begitu saja ketika mereka merayakan hari jadi keenam, melainkan mereka harus mendapatkannya. Kembali lagi ke soal pilihan. Apakah mereka mau sama-sama memperbaiki diri atau tidak. Mereka harus berjuang untuk menemukan kembali irama dan gairah yang hilang. Penerimaan bahwa tidak ada yang sempurna, dan akan selalu ada ruang pertobatan dan harapan; itulah yang membuatnya tersadar bahwa ia telah menemukan harmoni, keseimbangan, dan cinta. Baginya itulah hubungan yang memanusiakan. Karena sesungguhnya tak ada gading yang tak retak.

Arian dan Aquarian adalah pasangan yang tidak akan menemukan kebosanan. Mereka bukan pasangan konvensional. Pertengkaran yang tidak perlu kerap terjadi. Itulah risikonya kalau pacaran dengan Arian. Kau harus siap dengan perdebatan. Tapi perdebatan itu akan selalu diakhiri dengan romansa yang menggairahkan dan penuh kejutan. Sedangkan si Aquarian yang jenaka akan selalu menceriakan hari dengan lelucon yang segar dan kebodohan yang menggemaskan. Semangat positif pria kelahiran bulan Januari itu juga turut membakar cinta mereka. Dua kutub yang berbeda kini bersatu seperti magnet yang melekat ketika sudah dihubungkan.

Sepasang itu lalu memutuskan untuk menikah. Dan mereka sudah membawa bekal yang cukup untuk naik level dalam permainan cinta. Si perempuan tersenyum sambil menutup buku jurnalnya. Ia tahu, petualangan yang lebih dahsyat sedang menantinya.

 

 

 

Advertisements

Author: Maria Ambarastuti

A wife, a worker, a dreamer. trying to live her life to the fullest and continue to search for ways to enrich life. drop me an email for further chats: m.ambarastuti@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s